jpnn. com , JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengutarakan perlu minimal 60 persen penduduk harus tetap diam di sendi agar kasus positif aktif  Covid-19 di ibu kota bisa redup.

Hal itu dikatakan Anies Baswedan, sebab makin luhur pergerakan penduduk, maka makin mulia pula penyebaran kasus Covid-19.

“Tim FKM UI memperhitungkan diperlukan minimal 60 persen penduduk diam di rumah saja agar penularan wabah melandai & mulai berkurang. Saat ini, sedang sekitar 50 persen penduduk stagnan di rumah saja, ” sebutan Anies dalam keterangannya, Kamis (24/9).

Baca Serupa:

Mantan Mendikbud itu menambahkan, zaman ini jumlah kasus positif aktif Covid-19 di Jakarta sudah mulai melandai seiringan dengan pengetatan PSBB.

“Pada 12 hari pertama bulan September, perkembangan kasus aktif sebanyak 49 upah atau 3. 864 kasus. Pada periode PSBB, yakni 12 keadaan berikutnya, penambahan jumlah kasus aktif masih terjadi, namun berkurang menjadi 12 persen atau 1. 453 kasus, ” ujar Anies Baswedan.

Kendati demikian, meski grafik kasusnya mulai menurun. Namun, jumlah kasus positif Covid-19 masih meningkat sedikit lebih besar dari sebelumnya, seiring dengan peningkatan jumlah tes PCR.

Baca Juga:

“Pelandaian grafik kasus aktif bukanlah tujuan akhir. Kita masih harus terus main bersama untuk memutus mata rantai penularan. Pemerintah terus tingkatkan 3T dan warga perlu berada pada rumah dulu, hanya bepergian masa perlu sekali dan terapkan 3M, ” ujar Anies.

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk memperpanjang PSBB selama 14 hari atau dua minggu.