jpnn. com , JAKARTA semrawut Anak buah Anies Baswedan sejak Dinas Pariwisata (Dispar) DKI Jakarta menyiapkan rekomendasi penyegelan Karaoke dan Bar Masterpiece di kawasan Tala Besar yang kedapatan melakukan pelanggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi Fase I.

Kepala Bidang Pariwisata Dispar DKI Jakarta Bambang Ismadi mengatakan kejadian tersebut sebagai tindak lanjut dari pemanggilan manajemen Masterpiece oleh Dinas Pariwisata pada Senin (10/8) terpaut temuan pelanggaran PSBB oleh wadah hiburan milik musisi Ahmad Dhani tersebut.

“Sudah dipanggil, mereka ngaku salah. Surat Peringatan (SP) sudah kami metode mereka dapat SP 1, surat ke Satpol PP juga sudah kami siapkan, rekomendasinya penyegelan, ” kata Bambang saat dihubungi pada Jakarta, Selasa (11/8).

Baca Juga:

Bambang menyebutkan surat rekomendasi itu sudah ditandatangani oleh Kepala Dinas Pariwisata Cucu Ahmad Kurnia dan akan dikirimkan oleh pihaknya pada Satuan Penjaga Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta pada Rabu (12/8) cepat.

Saat penyeliaan tersebut, kata Bambang, pihak tadbir Masterpiece mengaku mereka membuka karaoke tersebut dalam sepekan dengan asas untuk menutup biaya operasional.

“Saat penyelidikan tidak ditemukan adanya kegiatan prostitusi, perjudian dan narkotika karena ranahnya BNN dan saat sidak bukanlah proses gabungan, ” katanya.

Baca Juga:

Selain dilakukan penyegelan oleh Satpol PP dengan artinya tidak boleh beroperasi tenggat segelnya dibuka, Bambang mengatakan, Masterpiece akan dikenakan sanksi denda dengan ditentukan dalam Pergub 51 Tarikh 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Baik Berskala Besar (PSBB) Pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Damai dan Produktif.

“Ada ancaman denda juga antara Rp10 juta hingga Rp25 juta yang akan diterapkan oleh Satpol PP dan itu terserah mereka, ” katanya.