jpnn. com , JAKARTA – Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Edi Sumantri mengatakan, sebagian insentif penanganan virus corona (COVID-19) bagi gaya kesehatan di DKI Jakarta bahan cair pekan depan.

Menurut anak buah Anies Baswedan itu, insentif tenaga kesehatan bersumber sebab anggaran pemerintah pusat yang direncanakan diterima oleh DKI sebesar Rp 92, 9 miliar. Namun era ini baru Rp 56, 5 miliar yang ditransfer.

“Rencananya diterima Rp 92, 9 miliar. Saat ini dengan baru ditransfer oleh pemerintah pusat dan masuk Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) sebesar Rp 56, 2 miliar, ” kata Edi saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (20/8).

Mengucapkan Juga:

Selanjutnya, pihaknya telah melakukan pergeseran anggaran berupa penambahan para-para anggaran pada Dinas kesehatan & pelaksanaan proses input ke di dalam Dokumen Penggunaan Anggaran (DPA) Biro Kesehatan.

“Setelah itu, kami menerbitkan Surat Logistik Dana (SPD) dan Dinas Kesehatan mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) serta Surat Perintah Membayar (SPM) dan dinas sudah mengajukannya, ” kata Edi.

Walaupun pada Kamis ini serta Jumat (21/8) libur, pihaknya tetap masuk dan memproses dokumen tata laksana tersebut.

Baca Juga:

“Maka Insyaallah Senin tanggal 24 Agustus 2020 sudah bisa dicairkan, demikian agar menjadi maklum, ” tuturnya.

Para petugas medis di Jakarta belum menerima insentif untuk penanganan Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) sejak awal pandemi ini terjadi pada Maret 2020, di antaranya RSUD Koja dan RSUD Rekan Minggu.