jpnn. com , SEMARANG – Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Brigjen Pol Benny Gunawan mengatakan, Jawa Tengah menduduki posisi keempat kasus penyalahgunaan narkoba terbanyak di seluruh Indonesia.

“Prevalensinya 1, 3 persen, nasional 1, 6 persen karena jumlah penduduk Jateng ini 30 juta kali satu, 3 persen, tinggi, nomor 4 se-Indonesia, setahun sekitar 195. 000 kasus penyalahgunaan narkoba, ” cakap Benny Gunawan di Semarang, Kamis (25/6).

Menerjang jumlah tersangka kasus peredaran narkoba yang terungkap pada tahun 2020, dia memprediksi bakal meningkat bila dibandingkan tahun lalu karena di tahun 2019 BNNP Jateng menangkap 57 orang, sedangkan pada tarikh ini sebanyak 25 tersangka perputaran dan penyalahgunaan narkoba hingga Juni 2020.

Mengucapkan Juga:

BNNP Jateng bersama abdi penegak hukum yang terkait akan terus berupaya menekan kumlah kasus penyalahgunaan narkoba.

Hal tersebut disampaikan Benny usai pemusnahan barang bukti kasus narkoba dalam rangka memperingati Hari Antinarkotika Internasional (HANI) 2020 yang lepas pada tanggal 26 Juni 2020 di halaman Kantor Gubernur Jateng.

HANI pada tahun ini mengangkat tema “Hidup 100 Persen pada Era New Normal: Sadar, Sehat, Produktif, dan Bahagia Tanpa Narkoba”.

Baca Juga:

Barang fakta yang dimusnahkan berupa berbagai jenis narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya, serta minuman keras dengan perincian sebagai berikut: ganja 28, 2977 kilogram, sabu-sabu 141, 2371 gram, dan ekstasi 551 butir.

Barang fakta lainnya berupa tembakau sintetis 303, 18 gram, psikotropika 365 jalur obat, 6. 527 tablet obat, dan botol vibramox forte, 25 blister Pymaril, minuman beralkohol sebanyak 9. 894 botol, dan satu. 080, 9 liter minuman beralkohol jenis ciu.