jpnn. com , JAKARTA – Anggota Komite X DPR RI Prof Zainuddin Maliki menagih janji Menteri BUMN Erick Thohir yang menyampaikan kesanggupan menjemput sekitar 700 mahasiswa asal Indonesia di Madinah.

Partai Gelora Indonesia

Patuh Prof Zainuddin, ratusan mahasiswa yang bernaung dalam wadah Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI), itu telah memegang visa exit re-entry, namun mereka terkatung-katung menunggu jadwal penerbangan repatriasi ke tanah air.

“Mereka tak bisa pulang karena tidak tersedia jadwal penerbangan dari bandara global Prince Mohammad Bin Abdul Terhormat Madinah maupun dari bandara global King Abdul Aziz Jeddah ke Indonesia, ” ucap Prof Zainuddin dalam keterangannya, Kamis (11/6).

Baca Juga:

Di dalam kunjungan kerja Satgas Lawan Covid-19 DPR RI ke Kementerian BUMN pada 28 Mei lalu, katanya, Menteri Erick Thohir menyatakan kesanggupannya untuk membantu penyediaan penerbangan repatriasi mahasiswa Indonesia di Madinah itu.

Erick makin telah memerintahkan jajarannya mengkaji kesiapan maskapai penerbangan BUMN untuk melangsungkan penjemputan ke Arab Saudi. Di dalam hal ini, Erick meminta Garuda Indonesia menyediakan dua pesawat buat menjemput mahasiswa tersebut.

“Diharapkan Menteri BUMN Erick Thohir bisa segera merealisasikan keterampilan menyediakan penerbangan repatriasi, mengingat mereka sudah menunggu lebih dua bulan, ” kata Prof Zainuddin.

Baca Juga:

Menurutnya, dari ratusan mahasiswa yang terkatung-katung di Madinah sebagian berasal sebab dapilnya, Jatim X Lamongan & Gresik. Visa exit re-entry yang diberikan untuk pemulangan mahasiswa Indonesia ini merupakan kebijakan Saudi Arabia dalam penanganan Covid 19.

“Pemerintah Saudi Arabia menghendaki mahasiswa pulang, tetapi negeri Indonesia terkesan sebaliknya, tidak mewujudkan mereka pulang ke tanah minuman, ” sambung legislator PAN itu.