jpnn. com , JAKARTA – Wakil Ketua Premi X DPR RI, Abdul FIkri Faqih meminta pemerintah menghentikan aksi-aksi membenturkan Pancasila dengan agama.  

Partai Gelora Indonesia

“Terakhir ini menyentuh Pendidikan soal peta jalan & penyederhanaan kurikulum, kita harus lebih produktif, jangan mengusik yang telah final soal Pancasila, ” kata Fikri di Semarang, Senin (22/6).

Fikri menyatakan secara historis, bangsa ini sudah mengakhiri perdebatan soal Pancasila sebagai falsafah dasar bangsa, dimana di dalamnya sudah final soal sila pertama.  

Baca Juga:

“Negara berketuhanan Yang Maha Esa, ” tambah Fikri.

Terpaut sektor Pendidikan, FIkri mengakui dirinya sudah protes saat profil pelajar Pancasila sebagai bagian dari peta jalan (road map) Kemendikbud tidak mencantumkan azas beriman, bertaqwa pada Tuhan YME, dan berakhlak fadil.  

Menurut dia, pada awalnya, azas pertama tersebut hanya mencantumkan kata berakhlak kudus saja.  

Baca Juga:

“Ini mengeliminasi sari   pasal 31 ayat 3 UUD 1945 dan tujuan pelajaran yang tertuang dalam UU 20/2003 tentang Sisdiknas, maka kemudian sekarang sudah diubah menjadi Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan YME dan Sopan santun Mulia, ” jelas politisi PKS ini.  

Azas tersebut juga sudah tumbuh dalam dokumen paparan Kemendikbud dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR, Senin (22/6).