jpnn. com , BANDARLAMPUNG semrawut Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengutarakan kerusuhan saat aksi unjuk mengalami menolak RUU Cipta Kerja pada halaman Gedung DPRD setempat berlaku karena massa terdesak setelah menemui jalan buntu.

Saat itu, katanya, massa aksi melemparkan benda-benda keras ke arah petugas sehingga aparat terpaksa menembakkan gas cairan mata untuk memecah kerumunan pengunjuk rasa.

“Artinya, polisi selalu mengedepankan proses-proses yang menyejukkan sebelum mengambil tindakan apalagi saat ini sedang dalam situasi pandemi COVID-19, tentunya kami tetap mengimbau terlebih dahulu, ” kata Kombes Zahwani di Bandarlampung, Rabu malam (7/10).

Baca Juga:

Massa aksi ikatan mahasiswa dari berbagai universitas, buruh, dan pemuda di Provinsi Lampung menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRD setempat untuk menumpukan omnibus law UU Cipta Kegiatan berakhir ricuh pada Rabu sore.

Menurut Kombes Zahwani, terdapat 26 orang yang mengalami luka-luka akibat dari kekacauan tersebut.

Petunjuk itu dihimpun dari tiga vila sakit di Kota Bandarlampung, yakni RS Bhayangkara, RSUD A. Dadi Tjokrodipo, dan RS Bumi Waras.

Baca Serupa:

“Baik anggota dan warga yang terluka ada 26 orang, ” kata Zahwani.

Dia menjelaskan bahwa korban luka-luka dari pihak polri berjumlah sebelas orang, TNI satu orang, & 14 lainnya dari masyarakat ataupun mahasiswa yang melakukan demonstrasi.