jpnn. com , JAKARTA – Pranata Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan petunjuk adanya tanda-tanda ataupun potensi kekeringan meteorologis di sebanyak wilayah Indonesia hingga dua dasarian (jangka waktu yang lamanya sepuluh hari berturut-turut) ke depan dengan status waspada hingga awas.

“Jadi kalau dia tak ada hujan sama sekali tetap panas dan terik, sehingga bisa dimungkinkan ada potensi kekeringan ataupun potensi titik panas tadi. Pada setiap daerah berbeda, ” kata Kabid Diseminasi Informasi Iklim dan Status Udara BMKG Hary T Djatmiko, kepada Antara, Jakarta, Rabu (15/7).

Berdasarkan buatan monitoring kejadian hari kering berturut-turut dan prediksi probabilistik curah hujan dasarian atau setiap sepuluh keadaan, terdapat indikasi potensi kekeringan meteorologis hingga dua dasarian ke aliran dengan status waspada hingga awas.

Baca Serupa:

Dari hasil monitoring tersebut, provinsi yang berpotensi mengalami kekeringan meteorologis dengan kategori waspada antara lain adalah Kota Denpasar Bali, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Cirebon pada Jawa Barat, Kabupaten Demak serta Karanganyar di Jawa Tengah dan Kabupaten Blitar, Gresik, Jember, Lumajang, Mojokerto, Ponorogo, Probolinggo dan Kota Surabaya di Jawa Timur.

Berikutnya, daerah lain yang potensi kekeringan meteorologisnya termasuk pada kategori waspada adalah Kabupaten Maluku Barat Daya dan Kepulauan Tanimbar di Maluku, Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Utara di Nusa Tenggara Barat dan Kabupaten Alor, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Sumba Barat, Sumba Tengah, Timor Tengah Utara di Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu, wilayah dengan berpotensi mengalami kekeringan meteorologis dengan kategori siaga adalah Kabupaten Buleleng di Provinsi Bali, Kabupaten Bantul, Gunung Kidul, Yogyakarta, Kulonprogo & Sleman di Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Kabupaten Jepara, Klaten, Purworejo, Sragen, Sukoharjo dan Wonogiri pada Jawa Tengah.

Baca Juga:

Selanjutnya, Kabupaten Bangkalan, Banyuwangi, Bojonegoro, Bondowoso, Lamongan, Madiun, Magetan, Malang, Nganjuk, Ngawi, Pamekasan, Pasuruan, Sampang, Sidoarjo, Situbondo dalam Jawa Timur, Kabupaten Dompu, Bima, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat, Kota Bima, Mataram di Nusa Tenggara Barat, dan Kabupaten Belu, Ende, Dlores Timurz Kupang, Lembata, Rote Ndao, Sabu Raijua, Sikka, Sumba Barat Daya, Sumba Timur dan Timor Pusat Selatan juga diindikasikan berpotensi menikmati kekeringan meteorologis dengan kategori waspada.

Kemudian, provinsi yang berpotensi mengalami kekeringan meteorologis dengan kategori awas adalah Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Kota Kupang.