jpnn. com , DENPASAR – Polda Bali menangkap terduga pelaku IWK karena melangsungkan aktivitas jual beli daging penyu hijau untuk dihidangkan sebagai menu utama warung makan di wilayah Badung, Bali.

“Pemilik warung kami tangkap atas sangkaan tindak pidana menyimpan, memiliki, memperniagakan satwa yang dilindungi oleh Peraturan, daging penyu hijau dipotong-potong di dalam jumlah besar, ” kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Penuh Syamsi saat dikonfirmasi di Denpasar, Jumat.

Ia menjelaskan tepat pada 24 Juni 2020, petugas kepolisian menerima laporan dari masyarakat tentang adanya pembicaraan jual beli daging penyu hijau dalam jumlah yang besar, pada sebuah warung makan yang beralamat di Jimbaran, Kuta Selatan Kabupaten Badung.

Menyuarakan Juga:

Daging penyu hijau tersebut diolah menjadi makanan berupa lawar, sate, dan juga memperjualbelikan keturunan mentah yang sudah dicincang.

Dari hasil penggeledahan ditemukan satu ekor satwa kura-kura hijau yang sudah dipotong. Lalu dalam gudang penyimpanan juga ditemukan 12 ekor satwa penyu hijau yang masih hidup, disiapkan buat dipotong-potong.

“Petugas kami juga menemukan 12 kelewang potongan daging penyu hijau di dalam keadaan mati yang disimpan pada pendingin. Jadi kami langsung berkoordinasi dengan BKSDA untuk dilakukan penitipan satwa-satwa tersebut, ” kata Syamsi.

Baca Pula:

Adapun rincian barang buktinya, bersifat 12 ekor satwa penyu hijau yang masih hidup, tujuh corak tubuh penyu hijau, 20 jago Daging Penyu yang sudah terpotong-potong, serta alat-alat terkait yang digunakan untuk memotong penyu tersebut.

Atas perbuatannya, terkira pelaku dikenakan Pasal 21 bagian 2 huruf a dan tulisan b jo pasal 40 bagian 2 dan/atau pasal 40 bagian 4 jo Permen LHK Bagian P. 106 tahun 2018.