jpnn. com , JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyesalkan jumlah pelanggar preskripsi wajib masker yang semakin menyusun. Dia pun mengingatkan warga kalau ada hukuman berat bagi dengan berulang kali melakukan pelanggaran

Anies di Jakarta, Kamis, menyebut data pelanggaran pemakaian masker meningkat secara signifikan dalam sepekan terakhir berdasarkan akumulasi denda kelanjutan pelanggaran pemakaian masker maupun pelanggaran tempat/fasilitas umum dan kegiatan sosial/budaya hingga 10 Agustus telah menyentuh Rp 2, 87 miliar.

Diungkapkan Anies, aparat Satpol PP mendata terkait pelanggaran masker setiap pekannya. Selama periode 1-6 Juli ditemukan 2. 556 pelanggar.

Berserakan, berikutnya terjadi peningkatan terus menerus, yaitu 4. 901 pelanggaran selama 7-11 Juli, 5. 968 pelanggaran selama 12-19 Juli, dan menyentuh puncaknya pada periode 20-29 Juli yaitu 26. 337 pelanggar.

Pada 30 Juli-3 Agustus angkanya sempat menurun dengan signifikan menjadi 7. 102 pelanggar. Tapi, pada 4-10 Agustus angkanya kembali meningkat menjadi 17. 172 pelanggar.

Anies menegaskan bahwa jumlah pelanggar serta denda tersebut bukan semata-mata perkara pemerintah memberikan sanksi untuk mendapatkan denda. Namun tentang kedisiplinan, kesejahteraan, dan perlindungan bersama.

“Kami ingin menekankan tersedia sanksi denda progresif yang lebih berat bagi pelanggaran berulang kepada individu maupun kantor/tempat usaha, termasuk penutupan bagi tempat yang sedang melanggar pada masa PSBB Transisi saat ini, ” ucap Anies.

Di sisi asing, Anies menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya pada masyarakat dan juga tempat usaha yang telah menjalankan protokol kesehatan COVID-19 secara tertib selama masa PSBB Transisi.