jpnn. com , JAKARTA berantakan Komisi Nasional Hak Asasi Bani adam (Komnas HAM) melakukan penyelidikan urusan tewasnya enam  Laskar FPI (Front Pembebasan Islam) pengawal Habib Rizieq Shihab pada insiden di KM50 Tol Jakarta-Cikampek, 7 Desember 2020.

Pengamat kepolisian Dr Edi Saputra Hasibuan yakin Komnas HAM akan bersikap objektif untuk menetapkan ada tidaknya pelanggaran HAM di peristiwa tersebut.

“Kami ajak semua pihak untuk hormati apa pun putusan Komnas HAM. Kami yakin setelah memintai keterangan banyak pihak dan mengabulkan penyelidikan secara rinci di kira-kira lokasi, Komnas HAM akan betul objektif saat memberikan putusan, ” katanya dalam keterangan tertulis dalam Jakarta, Senin (14/12).

Baca Juga:

Mantan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) tersebut meminta semua pihak memberi zaman kepada Komnas HAM agar bisa mengumpulkan fakta sebanyak mungkin.

“Apa pun dengan menjadi putusan Komnas HAM, kita jadikan sebagai bahan introspeksi, ” kata pengajar Universitas Bhayangkara itu.

Jauh pra dipanggil Komnas HAM, kata tempat, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Muhammad Fadil Imran sudah mengantarkan siap bertanggung jawab atas tindakan kepolisian itu secara hukum.

Baca Juga:

Kapolda juga yakin timnya sudah mengindahkan Peraturan Kapolri (Perkap) nomor 1 tahun 2009 tentang penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian dan Perkap nomor 8 tahun 2009 mengenai implementasi prinsip dan standar HAM dalam penyelenggaraan tugas kepolisian negeri Republik Indonesia, kata Edi.

“Kita tunggu Komnas HAM untuk menyampaikan temuannya, ” kata Edi Hasibuan.