jpnn. com , SEMARANG – Gedung DPRD Provinsi Jawa Tengah ditutup selama 3 hari setelah seorang anggota DPRD yang pernah berstatus sebagai pasien dalam pengawasan  COVID-19 meninggal dunia.

Partai Gelora Indonesia

“Penutupan seluruh ruang persen di lantai tiga dan kawasan Fraksi Partai Golkar kami lakukan mulai hari ini sampai tiga hari ke depan, ” introduksi Sekretaris DPRD Provinsi Jawa Pusat Urip Sihabudin di Semarang, Senin.

Selama Gedung DPRD Provinsi Jawa Tengah dengan berlokasi di Jalan Pahlawan, Tanah air Semarang itu ditutup, ruangan di dalam gedung DPRD akan disemprot disinfektan serta pemeriksaan COVID-19 akan dilakukan pada seluruh anggota dewan dan staf komisi guna mencegah transmisi COVID-19 meluas.

Baca Juga:

“Ini inisiatif Setwan dan pimpinan dewan, istilahnya bersih-bersih dengan ditutup tiga hari, kami kosongkan juga karena kebetulan pansus sedang ada kegiatan jadi itu untuk antisipasi saja sebetulnya, ” katanya.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sukirman mengatakan bahwa sejak 13 Juli 2020 ruang Komisi A mematok Komisi E di lantai tiga gedung DPRD Jawa Tengah tak boleh digunakan untuk kegiatan barang apa pun.

Majikan dan anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah beserta jajarannya, dia melanjutkan, diwajibkan mengikuti tes lekas COVID-19 di gedung DPRD Jawa Tengah.

Mengaji Juga:

“Semoga semuanya non-reaktif. Masa mana ada satu anggota Persen E atau staf reaktif, oleh sebab itu akan dilakukan rapid test & swab test ke seluruh anggota DPRD dan jajaran Gedung Berlian, ” katanya.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah Syamsul Bahri, yang sudah berstatus sebagai pasien dalam perlindungan terkait penularan COVID-19, meninggal dunia pada Minggu (12/7).