jpnn. com , JAKARTA – Satuan Tugas Penanganan COVID-19 secara tegas meminta pemerintah dan Satgas Covid-19 daerah untuk tidak ragu-ragu membubarkan kegiatan yang melahirkan kerumunan.

“Selain itu, berikan juga sanksi kepada pihak dengan menyelenggarakan kerumunan, ”  kata Juru Bicara Satuan Tugas  Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito dalam pancaran pers, Jumat.

“Saya juga meminta kepada kelompok untuk mematuhi peraturan mengenai aturan kesehatan yang sudah ditentukan, hindari kegiatan yang dapat menimbulkan kelompok untuk melindungi diri sendiri serta orang terdekat dari penularan  COVID-19, ” ia menambahkan.

Baca Juga:

Wiku membaca, meski masih ada pelaksanaan kegiatan yang menimbulkan kerumunan, namun dengan keseluruhan ketaatan warga menjalankan protokol kesehatan pada 13 Desember 2020 sudah membaik berdasarkan peta zonasi  kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

Peta zonasi loyalitas terhadap protokol kesehatan mencakup  zonasi kepatuhan memakai masker dan zonasi kepatuhan menjaga jarak serta menghindari kerumunan.  

Menurut hasil pemantauan Satuan Perintah Penanganan  COVID-19 daerah dan para relawan dalam zona  kepatuhan memakai masker ditemukan hampir 17 juta orang yang patuh di enam, 5 juta titik pantau dalam seluruh Indonesia dalam sepekan final.

Baca Juga:

“Terdapat perkembangan yang positif, untuk kabupaten/kota dengan tingkat kepatuhan di bawah 60 persen atau disebut tidak patuh, jumlahnya mengalami penurunan, ” katanya.

Menurut hasil pemantauan, tempat dengan tingkat ketidakpatuhan memakai masker luhur meliputi restoran/kedai (29, 4 persen), lingkungan rumah (20, 4 persen), tempat olahraga publik (19 persen), dan jalan umum (15, enam persen).