jpnn. com , JAKARTA – Undang-undang (UU) Cipta Kerja diyakini akan memberikan dampak positif kepada banyak sektor, terutama Usaha Mikro, Kecil serta Menengah (UMKM) termasuk industri e-commerce.

Bahkan, berdasarkan data Bank Indonesia, transaksi e-commerce pada 2020 meningkat sampai 25 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp205, 5 triliun di lokapasar (marketplace).

“Kami tentu berharap peraturan-peraturan bani UU Cipta Kerja dapat bertambah menggairahkan dunia usaha Indonesia, pertama UMKM. Jika UMKM bisa menikmati dampak positif UU ini, tetap akan memberi pengaruh baik juga pada pertumbuhan perdagangan melalui bentuk elektronik, ” kata Kepala Bidang Konten dan Komunikasi Internal idEA Vriana Indriasari di Jakarta, Minggu (29/11).

Mengucapkan Juga:

Meskipun diyakini bisa menyampaikan dampak positif bagi perkembangan UMKM dan industri e-commerce,   tetapi Indriasari mengaku masih mengkaji lebih dalam pasal-demi pasalnya.

Terlebih, peraturan-peraturan turunan dari UU ini, yakni Rancangan Susunan Pemerintah (RPP) dan RPerpres juga masih dipersiapkan pemerintah.

Menurutnya, peraturan-peraturan turunan tersebut sangat penting karena mengatur lebih detail terkait pelaksanaan UU Cipta Kerja.

Baca Juga:

“Nah, kami masih harus menunggu untuk bisa menyusun desain penerapannya di industri e-commerce. Siap, implikasi secara langsung ke bisnis e-commerce, saat ini, belum mampu dipastikan.

Namun, jika berkaca dari data Bank Indonesia, di mana transaksi e-commerce pada 2020 meningkat sampai 25 persen, maka bisnis e-commerce dipercaya bakal tetap tumbuh pesat di dalam 2021, didorong oleh bergesernya ideal belanja konsumen selama pandemi.